STORY IN JANUARY (Solo Trip-

Juni 29, 2025

Rasanya kata - kata "time flies so fast" itu enggak hanya berlaku di penghujung tahun, tetapi juga di penghujung bulan. Buktinya aja solo trip saya ke Jogja pada akhir bulan januari, terasa begitu cepat berlalu. Eh, tau - tau udah mau ganti bulan aja besok. Awal tahun januari ini memang banyak sekali memberikan cerita untuk saya, mulai dari senang, sedih, capek, sampai perasaan excited ada semua di bulan ini. Oke.. cukup deh intronya, karena inti dari postingan ini bukan menceritakan hal tersebut hehe. Let's jump to the main stories!

Yogyakarta '2022

Rasanya udah berkali - kali saya menceritakan tentang betapa spesialnya kota ini bagi saya. Tapi kedatangan saya kali ini sebenarnya diawali karena melihat ada libur panjang di kalender akhir bulan Januari,,,Yaa walaupun sebetulnya memang sudah ada rencana juga untuk sekalian melepas rindu dengan teman saya sejak SMA.

Sebelas tahun yang lalu saya bertemu dengan Putri anindha, yang sebelumnya dikenalkan oleh sahabat saya Bang Khalid ketika kami, sama - sama sedang mau menghadapi ujian akhir sekolah. Putri Aninda asli Yogyakarta, tetapi dia ikut pindah ke Majalengka karena tempat dinas ayahnya. Sebenarnya banyak banget hal yang ingin saya ceritakan tentang Nindha, tapi mungkin akan saya ceritakan di lain waktu. Karena untuk kali ini saya ingin lebih membahas tentang liburan saya ke yogyakarta yang pastinya saya selalu singgah ke rumah neneknya nindha setiap kali saya solo trip jogja.




Sekitar dua minggu sebelumnya ketika saya lihat ada tanggal libur panjang di akhir bulan januari saya langsung menghubungi Nindha dan langsung buat itinerary, tanpa pikir panjang saya langsung cek tiket kereta dan sayangnya udah sold out,saya langsung tanya ke salah satu sepupu saya yang pernah pakai bus ke Yogyakarta, dan saya langsung beli tiket bus sleeper yang masih tersisa melalui aplikasi dan memilih pemberangkatan dari terminal Lebak Bulus  yang ngga jauh dari tempat tinggal saya. Sebetulnya saya bukan termasuk orang yang betah pakai bisketika perjalanan jauh tapi kali ini karena udah ngga ada pilihan lagi jadi ya sudah akhirnya saya coba nekat untuk pergi, karena estimasi perjalanan sembilan jam naik bus dan saya pilih yang eksekutif bus jadi saya pastikan perjalanannya aman dan nyaman,  Saya berangkat dari Jakarta setelah pulang kantor hari Jum'at dan jadwal keberangkatan bus di jam 19.00 tiba di Jogja jam 04.30 subuh saya langsung di jemput sama Nindha.

Setiap kali saya melakukan solo travel, entah kenapa saya lebih suka membuat itinerary sendiri dan mencari referensi dan informasi tentang tempat - tempat yang akan saya berdasarkan yang saya suka. Mungkin karena beberapa tahun yang lalu saya masih tipikal orang yang mengikuti sebuah panduan kemana seharusnya turis pergi ketika mengunjungi sebuah tempat. Tetapi setelah melakukan beberapa kali traveling, akhirnya saya sadar bahwa seringkali minat atau prioritas saya ketika mengunjungi suatu tempat berbeda dari kebanyakan yang direkomendasikan oleh orang lain.

    Ullen Sentalu






    Buku Akik




     GIK UGM



Mungkin karena kali ini suasananya berbeda karena pas saya kesini sebelumnya itu di tahun 2022 yang mana saat itu new normal pandemic . Atau mungkin karena memang sudah lama saya enggak berkunjung kesini.
Mulai dari menunggu hujan reda di kamar nindha yang padahal kami sudah rapih dan siap untuk berangkat sambil melihat rute di map seenggaknya supaya ada gambaran nanti di perjalanan.





Makan siang di Nyore

Dan yang paling saya nikmati justru ada di hari kedua kami, hari sabtu nindha mendadak harus masuk kantor dan saya memutuskan untuk menikmati jogja sendirian, paginya menyantap sarapan di pasar kranggan, kemudian dilanjutkan Naik transjogja dari halte mangkubumi 1, yang jaraknya ngga terlalu jauh dari Tugu, menuju pemberhentian terakhir di Prambanan, lalu lanjut bergojek ke Candi Ratuboko.

Setengah hari menjadi warlok Yogyakarta, karena saya merasakan jelajahi kota ini sendirian menggunakan transjogja, Senang sekali :) .






Es campur pakde yos


Lagi - lagi, hal yang paling penting hari terakhir saya sebelum jadwal pemberangkatan kereta balik Jakarta di sore hari, kami ditutup dengan eksplor Malioboro dan ke pasar Beringharjo karena saya penasaran dengan kebaya kebaya modern maupun lawasan disana, sebetulnya saya beli kebaya di Kebaya mas Chandra atau Kebaya nenek, yang sebelumnya karena saya melihat postingan salah satu selebgram. Paginya sarapan di pasar ngasem karena kemakan sesuatu yang sedang viral yaitu apem beras bu wanti, dan betul pas tiba disana nagntrinya nguler.





Walaupun pada akhirnya memang enggak semua rencana kami dapat terealisasi dan ngga sesuai itinerary, tapi saya tetap menikmati Jogja seperti biasanya. Bahkan kali ini cukup banyak perbedaan dari kunjungan saya sebelum - sebelumnya yang membuat segalanya terasa lebih refreshing bagi saya.

Kereta New Generation - sangat nyaman


Lagi - lagi, meskipun ditutup dengan perjalanan Yogyakarta - Jakarta hingga 7 jam kurang lebih, lalu saya sempat kepikiran turun di stasiun Cirebon mau mampir ke rumah, tapi ngga jadi karena jadwal kereta saya perjalanan malam jadi saya memilih untuk tidur dan lanjut  sampai Jakarta.

Their meanings are way beyond that. 
Terima kasih Nindha, Terima kasih Yogyakarta

Love - Fifit Fitrotul









Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images