Catatan Akhir Tahun 2024

Desember 30, 2024

Ketika mulai memasuki beberapa hari terakhir sebelum penutupan tahun, pasti selalu terlintas di pikiran saya tentang apa aja yang terjadi di tahun itu. karena ini tulisan ini sudah draft dari beberapa hari lalu dan saya baru sempat ada energy untuk melanjutkan tulisan ini .

Biasanya saya hanya mengingat di pikiran saya tanpa menulis, Tapi untuk tahun ini saya rasa saya butuh untuk menuliskannya. Banyak hal - hal luar biasa terjadi, yang masing - masing dari mereka memberi banyak pelajaran untuk saya dan mungkin akan sangat sulit untuk dilupakan.

Sebelum saya lanjut, mungkin tulisan ini akan menjadi postingan yang membosankan dan sedikit panjang dari biasanya.


Dinding memory di Satu Juni Coffee

Kadang saya suka berpikir, Tuhan lagi senang mengajak saya bermain di tahun ini. Di awal tahun sampai memasuki quarter kedua di tahun 2024 secara tiba - tiba Ia berikan sebuah pelajaran yang sangat berat. Sempat terlintas di pikiran saya tentang apa yang coba Ia katakan. Karena di liat dari sisi manapun juga, saya hampir engga menemukan sebuah pelajaran yang bisa diambil. Tapi akhirnya saya menemukan pentingnya sebuah pengorbanan. Kadang ada saatnya dalam hidup, kita harus mengorbankan ego dan kebahagiaan kita sendiri untuk orang lain, terutama untuk orang-orang terdekat kita, orang-orang yang kita sayangi. Bahkan ketika berada di posisi yang "bukan seharusnya yang mengalah" sekalipun. Saya juga belajar tentang pentingnya untuk memaafkan, sebesar apapun kesalahannya. Oh ya. Saya juga semakin mempertanyakan, kenapa kebanyakan orang melihat bahwa laki - laki itu lebih kuat daripada perempuan sih?

Membaca ulang buku NKCTHI 

Orang tua saya selalu mengingatkan saya untuk selalu bersabar dalam konteks apapun itu. Sabar menghadapi orang lain, sabar menghadapi kesulitan dan sabar untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Untuk kedua hal pertama, saya rasa saya cukup handal, tapi yang susah itu yang terakhir. Sabar untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.



Dari kecil saya selalu diajarkan untuk bermimpi tanpa batas. Mimpi saya selalu berbeda - beda dari tahun ke tahun. Tapi ada satu mimpi yang tidak pernah berubah dari saya kecil. Mimpi untuk tinggal di tempat yang sangat jauh dari tempat tinggal saya, yang benar - benar berbeda dari apa yang biasa saya lihat. Awalnya sih mimpi ini muncul hanya karena rasa penasaran ketika melihat berbagai film.
Mereka bilang bahwa banyak pelajaran - pelajaran tentang hidup yang bisa dialami ketika seseorang menetap di luar negeri, salah satunya adalah tentang pencarian jati diri dan pemikiran yang lebih terbuka.  

Ada yang bilang, hati-hati dengan setiap apa yang kamu inginkan, karena bisa aja terjadi. Daan itulah yang saya alami akhirnya beneran kejadian. Memang, sebelumnya udah saya pikirkan..tapi, tetap aja yang namanya cobaan, apalagi kalau udah menyangkut masalah *uhuk* hati, itu agak susah ya dengan posisi saya sekarang. Tapi setelah saya pikir lagi, gimana caranya supaya bisa tetap berpikir positif dan kreatif, gimana caranya supaya bisa menyenangkan diri sendiri dan pastinya engga menyia-nyiakan waktu. Entah kenapa, saya yakin justru saat - saat seperti ini yang akan diingat dan dijadikan pelajaran nantinya. Justru disaat seperti ini mungkin saya bisa mendapatkan apa yang saya cari. Dan mungkin dengan kaya gini, suatu saat nanti saya bisa bilang ke anak saya, seperti yang Ibu saya pernah bilang ke saya, "Jadi perempuan itu harus kuat, engga boleh lemah".



Sebenarnya masih ada banyak pelajaran lainnya, terutama semakin lama saya tinggal di Jakarta, dan bekerja di beberapa kantor, dan kantor tempat saya kerja sekarang, saya mengalami yang tidak pernah saya alami di tempat kerja saya sebelum-sebelumnya.

Tapi mungkin nanti ada saatnya saya bercerita lebih tentang itu. Yang pasti, saat ini saya sangat bersyukur dengan semua yang terjadi tahun ini. Walaupun berat, tapi Allah selalu menolong saya, ALlah kasih mukjijatnya terus menerus, dan banyak pelajaran yang saya dapatkan. Semoga tahun depan bisa lebih menyenangkan dan tentu saja, lebih banyak hal hal baik yang mengajarkan tentang hidup.

Kalau saya kasih judul untuk tahun ini adalah " The Hardest Battle"


Tapi saya yakin karena segala masa - masa kelam itu pada akhirnya bisa tergantikan dengan hari - hari menyenangkan hanya ketika kamu terus berjalan dan berusaha untuk melewati masa - masa kelam tersebut :)

Selamat menyambut tahun baru 2025 <3

See You 2025 
Love, Fifit Fitrotul



Menentukan Pilihan Pilihan

September 08, 2024

 

Sejujurnya saya udah kehilangan mood, tetapi rasanya saya terlalu sering menjadikan tulisan tulisan saya tersimpan di draft, heheee

enggak mudah ya membangkitkan mood ketika sudah kelamaan menunda untuk bercerita.  Ternyata sudah setahun lebih saya tidak menulis disini, jadi ngerasa asing di blog sendiri. 

"Masalah yang sering dihadapi anak - anak jaman sekarang ini bukan lagi fasilitas, teknologi, akses, tetapi bagaimana mereka menentukan pilihan".  Ibu Sri Mulyani (Ibu Menteri Keuangan Indonesia)




Semakin hari saya semakin sadar bahwa pilihan hidup setiap orang itu berbeda - beda, begitu pula dengan nasib yang mereka hadapi setelah memilih. Jadi enggak ada kata "mutlak". Yang ada hanya ke-sok-tau-an orang - orang ketika melihat nasib beberapa orang di sekelilingnya saat mereka mengambil pilihan hidup mereka. Karena saya yakin sekali dari masing-masing setiap orang pasti punya alasan dibalik pilihan dan keputusan dalam hidupnya yang sebetulnya kita nggak tau itu.
Mereka cenderung megeneralisir apa yang terjadi disekitar mereka. "Kalau kamu begini, ntar kamu bisa jadi begitu loh. Dan akhirnya saya menyadari bahwa, semua itu kembali lagi kepada diri kita. 
Tentang apakah kita mau bekerja di dunia sosial atau dunia entertainment, mengambil pendidikan setinggi-tingginya atau mengambil pendidikan secukupnya, menikah cepat atau menikah nanti, menjadi seorang ibu rumah tangga atau menjadi wanita karir, menjadi seorang yang biasa - biasa saja atau menjadi seorang yang lebih dari orang pada umumnya, mengambil resiko atau memilih untuk diam di zona nyaman. Semua pilihan itu enggak ada yang salah atau benar. Karena setiap orang punya caranya sendiri untuk bahagia, karena mereka punya tujuan yang berbeda. Yang bisa menjawab apakah jalan yang kita ambil nantinya benar atau salah adalah diri kita sendiri; bagaimana kita bisa mempertanggungjawabkan pilihan yang kita ambil, serta menerima kekurangan maupun kelebihan dari pilihan tersebut.

Saya sadar soal pilihan hidup ini sebetulnya baru setahun yang lalu setelah ada salah satu laki laki yang sempat yakin ingin berkomitmen dan ingin melanjutkan hidup masa depan dengan saya , tapiii nyatanya saya bisa bilang ini hanya rencana Manusia dan Allah yang punya kendalinya. 
Tapi saya tidak tau alasannya apa, sehingga janji itu hanya sebagai ucapan, tidak dengan adanya bukti dan tindakan. 

Tulisan setahun yang lalu, saya menulis Menginjak perjalanan seperempat abad (25 tahun), bahwa kebahagiaan terbesar dapat diraih setelah saya menerima diri saya apa adanya dan menjalani hidup dengan sepenuh hati tanpa (atau lebih sedikit) menyesali pilihan-pilihan saya di masa lalu. bahwa akan sulit untuk mencintai diri saya sepenuhnya jika saya tidak merasa percaya diri. Karena percaya diri berarti memiliki kebebasan untuk berbicara tentang hal-hal yang penting bagi saya dan merasa nyaman dengan orang-orang di sekitar saya dengan mengakui kelemahan saya tanpa malu-malu dan tidak terlalu peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang saya (karena saya tahu bahwa bersikap acuh tak acuh terhadap mereka adalah hal yang mustahil). Dan itulah yang dimaksud dengan mencintai diri sendiri, bukan?

Salam hangat , Selamat menyambut Senin,,heheee

Fifit Fitrotulᵕ̈


Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images