Meaningful

Mei 19, 2026

 

Allah menjanjikan akan memberikan kita pasangan hidup yang menurut-Nya setara dengan kita, baik keimanan maupun kebaikannya.

STORY IN JANUARY (Solo Trip-

Juni 29, 2025

Rasanya kata - kata "time flies so fast" itu enggak hanya berlaku di penghujung tahun, tetapi juga di penghujung bulan. Buktinya aja solo trip saya ke Jogja pada akhir bulan januari, terasa begitu cepat berlalu. Eh, tau - tau udah mau ganti bulan aja besok. Awal tahun januari ini memang banyak sekali memberikan cerita untuk saya, mulai dari senang, sedih, capek, sampai perasaan excited ada semua di bulan ini. Oke.. cukup deh intronya, karena inti dari postingan ini bukan menceritakan hal tersebut hehe. Let's jump to the main stories!

Yogyakarta '2022

Rasanya udah berkali - kali saya menceritakan tentang betapa spesialnya kota ini bagi saya. Tapi kedatangan saya kali ini sebenarnya diawali karena melihat ada libur panjang di kalender akhir bulan Januari,,,Yaa walaupun sebetulnya memang sudah ada rencana juga untuk sekalian melepas rindu dengan teman saya sejak SMA.

Sebelas tahun yang lalu saya bertemu dengan Putri anindha, yang sebelumnya dikenalkan oleh sahabat saya Bang Khalid ketika kami, sama - sama sedang mau menghadapi ujian akhir sekolah. Putri Aninda asli Yogyakarta, tetapi dia ikut pindah ke Majalengka karena tempat dinas ayahnya. Sebenarnya banyak banget hal yang ingin saya ceritakan tentang Nindha, tapi mungkin akan saya ceritakan di lain waktu. Karena untuk kali ini saya ingin lebih membahas tentang liburan saya ke yogyakarta yang pastinya saya selalu singgah ke rumah neneknya nindha setiap kali saya solo trip jogja.




Sekitar dua minggu sebelumnya ketika saya lihat ada tanggal libur panjang di akhir bulan januari saya langsung menghubungi Nindha dan langsung buat itinerary, tanpa pikir panjang saya langsung cek tiket kereta dan sayangnya udah sold out,saya langsung tanya ke salah satu sepupu saya yang pernah pakai bus ke Yogyakarta, dan saya langsung beli tiket bus sleeper yang masih tersisa melalui aplikasi dan memilih pemberangkatan dari terminal Lebak Bulus  yang ngga jauh dari tempat tinggal saya. Sebetulnya saya bukan termasuk orang yang betah pakai bisketika perjalanan jauh tapi kali ini karena udah ngga ada pilihan lagi jadi ya sudah akhirnya saya coba nekat untuk pergi, karena estimasi perjalanan sembilan jam naik bus dan saya pilih yang eksekutif bus jadi saya pastikan perjalanannya aman dan nyaman,  Saya berangkat dari Jakarta setelah pulang kantor hari Jum'at dan jadwal keberangkatan bus di jam 19.00 tiba di Jogja jam 04.30 subuh saya langsung di jemput sama Nindha.

Setiap kali saya melakukan solo travel, entah kenapa saya lebih suka membuat itinerary sendiri dan mencari referensi dan informasi tentang tempat - tempat yang akan saya berdasarkan yang saya suka. Mungkin karena beberapa tahun yang lalu saya masih tipikal orang yang mengikuti sebuah panduan kemana seharusnya turis pergi ketika mengunjungi sebuah tempat. Tetapi setelah melakukan beberapa kali traveling, akhirnya saya sadar bahwa seringkali minat atau prioritas saya ketika mengunjungi suatu tempat berbeda dari kebanyakan yang direkomendasikan oleh orang lain.

    Ullen Sentalu






    Buku Akik




     GIK UGM



Mungkin karena kali ini suasananya berbeda karena pas saya kesini sebelumnya itu di tahun 2022 yang mana saat itu new normal pandemic . Atau mungkin karena memang sudah lama saya enggak berkunjung kesini.
Mulai dari menunggu hujan reda di kamar nindha yang padahal kami sudah rapih dan siap untuk berangkat sambil melihat rute di map seenggaknya supaya ada gambaran nanti di perjalanan.





Makan siang di Nyore

Dan yang paling saya nikmati justru ada di hari kedua kami, hari sabtu nindha mendadak harus masuk kantor dan saya memutuskan untuk menikmati jogja sendirian, paginya menyantap sarapan di pasar kranggan, kemudian dilanjutkan Naik transjogja dari halte mangkubumi 1, yang jaraknya ngga terlalu jauh dari Tugu, menuju pemberhentian terakhir di Prambanan, lalu lanjut bergojek ke Candi Ratuboko.

Setengah hari menjadi warlok Yogyakarta, karena saya merasakan jelajahi kota ini sendirian menggunakan transjogja, Senang sekali :) .






Es campur pakde yos


Lagi - lagi, hal yang paling penting hari terakhir saya sebelum jadwal pemberangkatan kereta balik Jakarta di sore hari, kami ditutup dengan eksplor Malioboro dan ke pasar Beringharjo karena saya penasaran dengan kebaya kebaya modern maupun lawasan disana, sebetulnya saya beli kebaya di Kebaya mas Chandra atau Kebaya nenek, yang sebelumnya karena saya melihat postingan salah satu selebgram. Paginya sarapan di pasar ngasem karena kemakan sesuatu yang sedang viral yaitu apem beras bu wanti, dan betul pas tiba disana nagntrinya nguler.





Walaupun pada akhirnya memang enggak semua rencana kami dapat terealisasi dan ngga sesuai itinerary, tapi saya tetap menikmati Jogja seperti biasanya. Bahkan kali ini cukup banyak perbedaan dari kunjungan saya sebelum - sebelumnya yang membuat segalanya terasa lebih refreshing bagi saya.

Kereta New Generation - sangat nyaman


Lagi - lagi, meskipun ditutup dengan perjalanan Yogyakarta - Jakarta hingga 7 jam kurang lebih, lalu saya sempat kepikiran turun di stasiun Cirebon mau mampir ke rumah, tapi ngga jadi karena jadwal kereta saya perjalanan malam jadi saya memilih untuk tidur dan lanjut  sampai Jakarta.

Their meanings are way beyond that. 
Terima kasih Nindha, Terima kasih Yogyakarta

Love - Fifit Fitrotul









Catatan Akhir Tahun 2024

Desember 30, 2024

Ketika mulai memasuki beberapa hari terakhir sebelum penutupan tahun, pasti selalu terlintas di pikiran saya tentang apa aja yang terjadi di tahun itu. karena ini tulisan ini sudah draft dari beberapa hari lalu dan saya baru sempat ada energy untuk melanjutkan tulisan ini .

Biasanya saya hanya mengingat di pikiran saya tanpa menulis, Tapi untuk tahun ini saya rasa saya butuh untuk menuliskannya. Banyak hal - hal luar biasa terjadi, yang masing - masing dari mereka memberi banyak pelajaran untuk saya dan mungkin akan sangat sulit untuk dilupakan.

Sebelum saya lanjut, mungkin tulisan ini akan menjadi postingan yang membosankan dan sedikit panjang dari biasanya.


Dinding memory di Satu Juni Coffee

Kadang saya suka berpikir, Tuhan lagi senang mengajak saya bermain di tahun ini. Di awal tahun sampai memasuki quarter kedua di tahun 2024 secara tiba - tiba Ia berikan sebuah pelajaran yang sangat berat. Sempat terlintas di pikiran saya tentang apa yang coba Ia katakan. Karena di liat dari sisi manapun juga, saya hampir engga menemukan sebuah pelajaran yang bisa diambil. Tapi akhirnya saya menemukan pentingnya sebuah pengorbanan. Kadang ada saatnya dalam hidup, kita harus mengorbankan ego dan kebahagiaan kita sendiri untuk orang lain, terutama untuk orang-orang terdekat kita, orang-orang yang kita sayangi. Bahkan ketika berada di posisi yang "bukan seharusnya yang mengalah" sekalipun. Saya juga belajar tentang pentingnya untuk memaafkan, sebesar apapun kesalahannya. Oh ya. Saya juga semakin mempertanyakan, kenapa kebanyakan orang melihat bahwa laki - laki itu lebih kuat daripada perempuan sih?

Membaca ulang buku NKCTHI 

Orang tua saya selalu mengingatkan saya untuk selalu bersabar dalam konteks apapun itu. Sabar menghadapi orang lain, sabar menghadapi kesulitan dan sabar untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Untuk kedua hal pertama, saya rasa saya cukup handal, tapi yang susah itu yang terakhir. Sabar untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.



Dari kecil saya selalu diajarkan untuk bermimpi tanpa batas. Mimpi saya selalu berbeda - beda dari tahun ke tahun. Tapi ada satu mimpi yang tidak pernah berubah dari saya kecil. Mimpi untuk tinggal di tempat yang sangat jauh dari tempat tinggal saya, yang benar - benar berbeda dari apa yang biasa saya lihat. Awalnya sih mimpi ini muncul hanya karena rasa penasaran ketika melihat berbagai film.
Mereka bilang bahwa banyak pelajaran - pelajaran tentang hidup yang bisa dialami ketika seseorang menetap di luar negeri, salah satunya adalah tentang pencarian jati diri dan pemikiran yang lebih terbuka.  

Ada yang bilang, hati-hati dengan setiap apa yang kamu inginkan, karena bisa aja terjadi. Daan itulah yang saya alami akhirnya beneran kejadian. Memang, sebelumnya udah saya pikirkan..tapi, tetap aja yang namanya cobaan, apalagi kalau udah menyangkut masalah *uhuk* hati, itu agak susah ya dengan posisi saya sekarang. Tapi setelah saya pikir lagi, gimana caranya supaya bisa tetap berpikir positif dan kreatif, gimana caranya supaya bisa menyenangkan diri sendiri dan pastinya engga menyia-nyiakan waktu. Entah kenapa, saya yakin justru saat - saat seperti ini yang akan diingat dan dijadikan pelajaran nantinya. Justru disaat seperti ini mungkin saya bisa mendapatkan apa yang saya cari. Dan mungkin dengan kaya gini, suatu saat nanti saya bisa bilang ke anak saya, seperti yang Ibu saya pernah bilang ke saya, "Jadi perempuan itu harus kuat, engga boleh lemah".



Sebenarnya masih ada banyak pelajaran lainnya, terutama semakin lama saya tinggal di Jakarta, dan bekerja di beberapa kantor, dan kantor tempat saya kerja sekarang, saya mengalami yang tidak pernah saya alami di tempat kerja saya sebelum-sebelumnya.

Tapi mungkin nanti ada saatnya saya bercerita lebih tentang itu. Yang pasti, saat ini saya sangat bersyukur dengan semua yang terjadi tahun ini. Walaupun berat, tapi Allah selalu menolong saya, ALlah kasih mukjijatnya terus menerus, dan banyak pelajaran yang saya dapatkan. Semoga tahun depan bisa lebih menyenangkan dan tentu saja, lebih banyak hal hal baik yang mengajarkan tentang hidup.

Kalau saya kasih judul untuk tahun ini adalah " The Hardest Battle"


Tapi saya yakin karena segala masa - masa kelam itu pada akhirnya bisa tergantikan dengan hari - hari menyenangkan hanya ketika kamu terus berjalan dan berusaha untuk melewati masa - masa kelam tersebut :)

Selamat menyambut tahun baru 2025 <3

See You 2025 
Love, Fifit Fitrotul



Menentukan Pilihan Pilihan

September 08, 2024

 

Sejujurnya saya udah kehilangan mood, tetapi rasanya saya terlalu sering menjadikan tulisan tulisan saya tersimpan di draft, heheee

enggak mudah ya membangkitkan mood ketika sudah kelamaan menunda untuk bercerita.  Ternyata sudah setahun lebih saya tidak menulis disini, jadi ngerasa asing di blog sendiri. 

"Masalah yang sering dihadapi anak - anak jaman sekarang ini bukan lagi fasilitas, teknologi, akses, tetapi bagaimana mereka menentukan pilihan".  Ibu Sri Mulyani (Ibu Menteri Keuangan Indonesia)




Semakin hari saya semakin sadar bahwa pilihan hidup setiap orang itu berbeda - beda, begitu pula dengan nasib yang mereka hadapi setelah memilih. Jadi enggak ada kata "mutlak". Yang ada hanya ke-sok-tau-an orang - orang ketika melihat nasib beberapa orang di sekelilingnya saat mereka mengambil pilihan hidup mereka. Karena saya yakin sekali dari masing-masing setiap orang pasti punya alasan dibalik pilihan dan keputusan dalam hidupnya yang sebetulnya kita nggak tau itu.
Mereka cenderung megeneralisir apa yang terjadi disekitar mereka. "Kalau kamu begini, ntar kamu bisa jadi begitu loh. Dan akhirnya saya menyadari bahwa, semua itu kembali lagi kepada diri kita. 
Tentang apakah kita mau bekerja di dunia sosial atau dunia entertainment, mengambil pendidikan setinggi-tingginya atau mengambil pendidikan secukupnya, menikah cepat atau menikah nanti, menjadi seorang ibu rumah tangga atau menjadi wanita karir, menjadi seorang yang biasa - biasa saja atau menjadi seorang yang lebih dari orang pada umumnya, mengambil resiko atau memilih untuk diam di zona nyaman. Semua pilihan itu enggak ada yang salah atau benar. Karena setiap orang punya caranya sendiri untuk bahagia, karena mereka punya tujuan yang berbeda. Yang bisa menjawab apakah jalan yang kita ambil nantinya benar atau salah adalah diri kita sendiri; bagaimana kita bisa mempertanggungjawabkan pilihan yang kita ambil, serta menerima kekurangan maupun kelebihan dari pilihan tersebut.

Saya sadar soal pilihan hidup ini sebetulnya baru setahun yang lalu setelah ada salah satu laki laki yang sempat yakin ingin berkomitmen dan ingin melanjutkan hidup masa depan dengan saya , tapiii nyatanya saya bisa bilang ini hanya rencana Manusia dan Allah yang punya kendalinya. 
Tapi saya tidak tau alasannya apa, sehingga janji itu hanya sebagai ucapan, tidak dengan adanya bukti dan tindakan. 

Tulisan setahun yang lalu, saya menulis Menginjak perjalanan seperempat abad (25 tahun), bahwa kebahagiaan terbesar dapat diraih setelah saya menerima diri saya apa adanya dan menjalani hidup dengan sepenuh hati tanpa (atau lebih sedikit) menyesali pilihan-pilihan saya di masa lalu. bahwa akan sulit untuk mencintai diri saya sepenuhnya jika saya tidak merasa percaya diri. Karena percaya diri berarti memiliki kebebasan untuk berbicara tentang hal-hal yang penting bagi saya dan merasa nyaman dengan orang-orang di sekitar saya dengan mengakui kelemahan saya tanpa malu-malu dan tidak terlalu peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang saya (karena saya tahu bahwa bersikap acuh tak acuh terhadap mereka adalah hal yang mustahil). Dan itulah yang dimaksud dengan mencintai diri sendiri, bukan?

Salam hangat , Selamat menyambut Senin,,heheee

Fifit Fitrotulᵕ̈


Menginjak Perjalanan Seperempat Abad

Maret 24, 2023

Hari ini tepat hari ke dua Ramadhan , saya ambil cuti kerja karena sebetulnya saya harusnya ada di Jogja, tetapi kemarin saya memutuskan untuk tidak jadi berangkat karena masya Allah Puasa Ramadhan memang lagi panas banget hehe, akhirnya tiket perjalanan jogja ku hanguss... 

Bagi saya, usia ini begitu spesial bukan karena daftar pencapaian yang saya raih dalam seperempat abad hidup saya, bukan juga karena banyak perubahan yang terjadi dalam diri dan hidup saya. Tetapi karena di usia ini akhirnya saya bisa mensyukuri, menerima diri dan hidup saya seutuhnya. Akhirnya saya bisa menemukan kelebihan diri saya yang selama ini selalu ada di depan mata, tapi gagal untuk saya sadari karena saya yang terlalu fokus untuk menutupi kekurangan saya.

Akhirnya saya bisa menemukan lebih banyak pembelajaran yang sempat saya sesalkan sebagian dari masa lalu saya.

Banyak orang menjadikan usia dua puluh lima itu sebagai salah satu acuan 'kualitas' hidup mereka. Sejauh mana mereka sudah mencapai mimpi mereka atau sejauh mana mereka menjadi diri yang lebih baik. Menduduki jabatan yang lebih tinggi. Membangun keluarga baru. Mendapatkan gaji yang lebih besar.  .

Walaupun saya belum sepenuhnya yakin bahwa saya telah melewati krisis kepercayaan diri yang saya alami sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga tiga empat bulan yang lalu; namun saya bisa bilang bahwa di usia ini saya telah mencapai titik dimana saya merasa sangat bersyukur, dengan kadar yang sebelumnya enggak pernah setinggi sekarang, karena terlahir sebagai diri saya sendiri.


Saya yakin dari dulu kalian juga sering mendengar kata, "be yourself", "be who you are", dan kata - kata lainnya yang intinya mengingatkan untuk supaya kita enggak malu menjadi diri kita sendiri, menjalankan apa yang kita yakini, menerima kekurangan diri sendiri dan mencintai diri kita apa adanya. Tapi saya percaya banget kalau memang pada saat diterapkan, semua itu jauuuuuuuuuuuh lebih sulit dari pada apa yang dikatakan banyak orang selama ini. Apalagi kalau ternyata menjadi diri sendiri berarti semakin besar kemungkinan untuk mengecewakan orang lain, karena akan ada beberapa bagian diri kita yang enggak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh orang lain.

Iya, selama ini masih ada beban di pundak saya, pikiran yang mengganjal, serta ruang di hati saya yang masih belum sepenuhnya bisa membuat saya bernafas lega. Karena saya masih malu dengan beberapa bagian diri dan kehidupan saya yang beberapa diantaranya berbeda dari apa yang dianggap "normal" oleh masyarakat. Karena terkadang saya masih merasa kehidupan yang dijalani oleh orang lain lebih baik daripada yang saya punya. Karena terkadang masih ada penyesalan - penyesalan di masa lalu saya. Karena saya masih lebih mengutamakan apa yang orang lain selama ini pikirkan dan harapkan dari saya, dibandingkan apa yang sebenarnya saya rasakan. Dan semua itu, pada akhirnya, membuat saya menjadi pribadi yang sangat tertutup dan cenderung takut untuk mengungkapkan pendapat saya ke banyak orang.


Saya pernah merasa malu untuk mengakui bahwa saya menikmati waktu saat menghabiskan perjalanan seorang diri. Saya pernah merasa malu dengan hijab yang saya kenakan. Saya pernah merasa malu tinggal di rumah yang enggak seluas dan sebagus rumah kebanyakan teman saya lainnya. Saya pernah merasa malu menjadi single. Saya pernah merasa untuk mengakui bahwa saya suka makan cepet.

Saya pernah merasa malu dengan bidang ilmu yang saya ambil karena enggak se-mengagumkan jurusan lainnya yang lebih 'menjamin dalam pekerjaannya'. Well,

Saya sering merasa enggak percaya diri saat bertemu teman - teman saya sepulang kerja karena saya merasa kusam dan keringetan setelah naik transportasi umum. Saya merasa lebih senang naik kereta, MRT dan busway, karena saya bisa melihat lebih banyak kondisi sosial masyarakat selama perjalanan, karena membuat saya bisa lebih cepat sampai rumah walaupun harus berdiri lama atau berdesakkan; dibandingkan stuck dengan kemacetan selama berjam - jam dengan ditemani bunyi klakson yang memekakkan telinga.



Saya pernah merasa malu dengan diri saya yang menyukai barang bekas. Saya pernah merasa malu dengan wajah saya yang enggak secantik teman - teman saya lainnya; apalagi dengan kacamata saya yang silinder -hidung bengkok-bibir tebal-gigi nggk rapi-(udah paket lengkap banget kan! haha).  
Saya pernah merasa malu untuk menggunakan pakaian yang membuat saya nyaman, karena melihat tatapan aneh atau mendapatkan komentar enggak enak dari pakaian saya tersebut. Padahal pakaian adalah satu-satunya cara, selain tulisan, untuk mengekspresikan diri saya.

Saya pernah beberapa kali me-nonaktifkan Instagram. Saya pernah merasa minder untuk membuka Instagram, karena merasa iri dengan kehidupan orang lain yang saya ikuti. Padahal saya tau bahwa sosial media hanyalah "permainan" yang enggak perlu dianggap terlalu serius, karena apa yang terlihat di dalamnya belum selalu benar, karena tombol like yang tertera hanyalah sebuah simbol yang hanya menjadi penghias 'wajah' kita di dalam sosial media, namun enggak merepresentasikan kualitas diri dan hidup seseorang yang sebenarnya.


Tapi kamu tau? Lama kelamaan saya lelah dan menyerah, karena aku merasa mengurangi rasa syukur dengan apa yang saya miliki, melupakan kelebihan yang saya miliki, dan memaksakan untuk menjadi seseorang yang terlihat seperti apa yang orang lain lihat, bukan yang sebenarnya saya jalani.
Sedikit demi sedikit saya mulai membuka diri sejak setahun yang lalu ketika menyadari bahwa kita enggak perlu takut untuk menunjukkan kelemahan diri sendiri.

Di usia ini merupakan titik dimana saya merasa sangat bersyukur dan mencintai diri dan hidup yang saya jalani. Melakukan hal - hal yang saya suka, menerima segala perbedaan dan keunikan yang saya miliki; tanpa takut dan merasa malu oleh pandangan, paradigma, norma, sistem, kebiasaan yang berlaku bagi banyak orang.
Berhubung #menginjak seperempat abad ini dari awal ditulis sebagai pengingat apa yang saya dapatkan selama saya menuju usia dua puluh lima tahun.

Tadi malam saat Sholat Taraweh, dalam khutbahnya pembicara menyebutkan sebuah fakta menarik tentang betapa hanya 3% Al-Qur'an yang berisi tentang aturan dan 97% tentang etika. Hal ini membuat saya berpikir bahwa banyak orang hanya berfokus pada peraturan dan kurang memperhatikan etika. Kita cenderung mudah merasa diri kita baik ketika kita sedang shalat, makan halal, tidak minum alkohol, berpuasa, dll. Mematuhi aturan-aturan itu bagus dan harus dipraktikkan, tetapi mengabaikan etika kita dalam memperlakukan orang lain, membuat negatif penilaian tentang orang lain, dan merasa bangga pada diri sendiri ketika kita mematuhi 3% aturan. Pelajarannya keras dan jelas: 


maka untuk menutup postingan #menginjak seperempat abad, saya ingin menuliskan beberapa quote favorit yang kurang lebih menggambarkan pelajaran - pelajaran lainnya yang saya baca tepat di usia 25 tahun ini.

1. Bersikaplah baik, karena setiap orang yang Anda temui sedang bertempur dalam pertempuran yang tidak Anda ketahui - Wendy Mass

2. Cara terbaik untuk mengetahui hidup adalah mencintai banyak hal - Vincent Van Gogh

3. Mereka selalu mengatakan waktu mengubah banyak hal, tetapi Anda sebenarnya harus mengubahnya sendiri - Andy Warhol

Playlist Favorite di Spotify - Album Manusia nya Tulus

Di tahun ini tidak jauh beda orang orang yang masih dekat dengan saya hanya mungkin ada beberapa orang yang hadir di hidup saya datang mengajarkan saya pandangan baru dan pengalaman baru.

Dan dengan doa yang sama seperti yang saya tuangakan di postingan hello 24/24-Lets begin!
yang selalu saya ucapkan di hari ulang tahun saya yaitu : Semoga orang - orang terdekat saya bisa menemani saya lagi di tahun tahun berikutnya.

Btw, mata saya sembab karena sambil dengerin lagunya mba Raisa - Jangan Cepat Berlalu mungkin ini related sama apa yang ada di hati dan di otak saya. Untuk aku untuk kalian semua semoga selalu bahagia dan juga dalam lindungan Allah Aamiin,,,


Terima kasih untuk semua ucapan dan doa doa baik untuk saya , semoga doa doa baik kembali ke kalian semua jugaaa di ijabah oleh Allah.

Ramadhan Day 2 (1444 H)
Mohon maaf lahir batin

Jakarta, 24 Maret 2023 
Salam
Fifit Fitrotul





Sweet Little Escape

Februari 15, 2023

Tinggal di kota besar seperti Jakarta memang melelahkan, baik fisik maupun mental.Telah menyaksikan kehidupan di beberapa tempat lain, saya menyadari bahwa tempat tinggal ideal saya serupa dalam aspek-aspek tertentu. Mereka memiliki beberapa - atau bahkan banyak - ruang terbuka besar di mana Anda dapat berjemur di bawah sinar matahari, menghirup udara segar, berbaring di suatu tempat yang setengah sepi sambil membaca buku favorit Anda, menonton film lama, mendengarkan musik, atau hanya untuk kesenangan kecil. berbicara dengan orang yang Anda cintai. Untungnya, semakin banyak ruang terbuka di pinggiran kota yang menawarkan penyegaran yang lebih baik daripada mall, bioskop, dan restoran/kafe mewah. Dan yang saya temukan ini jauh lebih baik dari harapan saya dan ini salah satu pengalaman pertama kali dalam hidup saya. Camping di bukit!

Merasa seperti kebanyakan orang yang tinggal di Jakarta yang membuat sesak kota ini pada akhir pekan, mengunjungi tempat - tempat wisata terbaru, membutuhkan GPS untuk menuntun ke tempat yang dituju,atau saya pada beberapa tahun yang lalu. Dan ya, layaknya seorang sahabat lama yang walaupun jauh,  Pertemuan pertama kami adalah sekitar tiga tahun yang lalu di salah satu pameran di JCC Senayan Jakarta,setelah saya lulus duduk dari bangku sekolah menengah atas di tahun 2015 namun ketika bertemu kembali suatu waktu pekan lalu tetap membuat nyaman dan happy.













Semua foto diambil di Bukit Cita Cita, Bogor, Indonesia



Goodbye, Roller-Coaster Year! Thank You Me

Desember 31, 2022

Indeed, it was exactly like how I wanted to spend my Decemberdo little things with the ones that matter for me,!

Baru kali ini saya menjalani tahun dimana baik kehidupan personal saya maupun berita yang disampaikan oleh dunia sama - sama mendukung untuk ingin segera meninggalkan 2022. Tahun yang membuat saya seperti sedang naik roller coaster. Penuh dengan kejutan dan rasanya terus berubah setiap detiknya. Detik ini saya berada di titik tertinggi, detik berikutnya saya sudah berada di titik terbawah. Detik ini saya sedang menatap ke langit, detik berikutnya saya sedang menatap terbalik dengan posisi seratus delapan puluh derajat yang berbeda dari sebelumnya. Detik ini saya berada di jalur yang lurus, detik berikutnya saya sudah berada di jalur berbelok. Seperti makna roller-coaster bagi saya, selalu membuat saya penasaran, bersemangat, dan tentunya ada kesenangan tersendiri yang enggak saya dapatkan dari kejadian lainnya. Namun terkadang ketika saya sedang kurang beruntung, ada saatnya ia membuat saya merasa pusing, takut, dan mual. Sayangnya, kali ini saya kurang beruntung. Roller-coaster yang saya naiki ternyata belum sesuai dengan kondisi saya sehingga berujung rasa sakit. Tapi seiring berjalannya waktu, saya bersyukur bahwa rasa sakit tersebut perlahan - lahan hilang dan tergantikan dengan kepuasan karena saya tidak lagi penasaran. Kepuasan karena pada akhirnya saya berhasil melewatinya. 



Saya bilang roller-coaster, karena sebenarnya tahun 2022 enggak sepenuhnya membawa keburukan bagi saya. Malahan, setengah tahun terakhir ini saya melewatinya dengan penuh rasa syukur. Tahun dimana saya merasa sangat bahagia karena begitu banyak mimpi saya yang tercapai. Memulai menata layout kamar sesuai dengan apa yang saya inginkan seperti gambar gambar di pinterest. Tinggal di kota yang menyenangkan dan menjalani hari - hari yang membuat saya merasa seimbang secara fisik dan mental. Jalan - jalan ke berbagai kota yang mana semua perjalanan tersebut terasa sangat menyenangkan. Serta yang menjadi highlights tahun ini adalah impian saya untuk menjadi patissier akhirnya tercapai hehe padahal jadi mba mba tukang kue aja sih sebenarnya, dan lebih dari itu, saya bisa belajar banyak hal.

Tahun dimana saya merasa sangat nyaman, mencintai, dan bersyukur dengan diri saya. Membuat saya enggak malu lagi untuk menunjukkan kelemahan saya. Membuat saya merasa sangat yakin bahwa saya sudah sangat memahami setiap bagian diri dan merasa sangat bersyukur karena hidup saya terasa sangat baik, seimbang, dan hampir bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan baik. Tahun dimana saya sangat merasa senang dengan kesendirian hingga kenyataan bahwa berbulan - bulan dikelilingi oleh orang - orang dan lingkungan yang tidak familiar, enggak merisaukan hati saya sedikitpun. Tahun dimana saya merasa begitu banyak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang - orang terdekat, orang yang baru saya kenal, hingga orang - orang yang sama sekali enggak saya kenal.





You Are the Sun - When you're to close, your light makes me blind.
To see you shine, I must stay far away.


Di waktu lain, saya melewati hari - hari dimana saya enggak tau lagi mimpi saya apa. Rasanya ratusan mimpi yang saya punya, berbagai semangat untuk meraih mereka; semua hilang diterpa angin dan hujan badai. Waktu dimana semua rasa percaya diri dan keyakinan dengan diri saya tersebut perlahan - lahan hilang, bahkan saya mencapai titik dimana saya memiliki pikiran negatif dan memandang rendah diri saya. Waktu dimana saya merasa sangat bingung dengan diri saya, hingga saya membutuhkan pertolongan orang lain untuk membantu saya memahaminya. Waktu dimana saya merasa begitu banyak masalah yang tertumpuk hingga butuh waktu lama untuk bisa menguraikan satu per satu masalah yang saya miliki untuk mencari akar permasalahan sebenarnya. Waktu dimana saya merasa sangat lemah hingga enggak bisa lagi sendirian dan selalu mencari orang untuk berinteraksi. Waktu dimana segala rencana yang telah saya buat sebelumnya berujung pada penyesalan.

Dari tembok Dekhad Gandaria 

Namun saya sangat bersyukur bahwa pada akhirnya semua hal negatif tersebut bisa saya lalui dan  menjadi sebuah pembelajaran - pembelajaran hidup yang enggak lain ditujukan untuk memperkuat diri saya dan hubungan saya dengan apa yang paling penting dalam hidup.



Di tahun ini saya menemukan makna baru dibalik beberapa hal yang sudah ada sejak lama dalam hidup saya. Tentang makna sholat yang bukan lagi sebatas sebuah kewajiban, tetapi tempat saya mencari kedamaian dan menaruh semua tentang kehidupan untuk diri saya sendiri. Tentang makna keluarga yang bukan lagi sebatas "orang - orang yang mau-enggak-mau terus ada di dalam hidup saya", tetapi sebagai orang - orang yang menyelamatkan hidup saya. Tentang kesabaran untuk menunggu dan tetap meyakini bahwa yang terbaik akan datang di waktu yang terbaik, sehingga enggak perlu memaksakan apa yang bukan sesuai dengan diri saya. Tentang pola hidup sehat mental dan fisik. Tentang makna bumi pertiwi yang sudah mendarah daging di dalam tubuh saya dan sampai kapanpun enggak akan tergantikan. Tentang kekuatan pikiran yang harus lebih sering dikendalikan agar tidak berbalik menyerang diri. Tentang pentingnya menjaga kekuatan jiwa agar raga bisa tetap berfungsi.

Saya juga menemukan berbagai perspektif baru yang membuat saya akhirnya bisa mengerti dan memahami tentang perbedaan sudut pandang yang dimiliki oleh orang lain, yang dulunya belum bisa saya pahami. Bahkan enggak sedikit diantaranya yang bisa meyakinkan saya untuk bisa menyetujui mereka yang awalnya bertentangan dengan pemikiran saya. Sebaliknya, ada beberapa keyakinan yang dilepas karena tidak lagi sesuai dengan pengalaman yang saya lalui. Enggak ada yang salah, karena semua itu enggak lain hanya akan membuat saya semakin menjadi seseorang yang bisa melihat segalanya dari berbagai sisi.




Thank You Me. To All the days felt like the best, you’ve successfully get the most out of them. And to all the days when you were not feeling it, at least you’ve put on a smile and continue going forward, even it means that you have to crawl crying.

Bless the soul who’s reading this! Congratulation, YOU ARE AWESOME! hehe

Terima kasih untuk berbagai pembelajaran yang semakin menguatkanku, 2022. Dan, hai, 2023! Semoga kamu bisa memberikan lebih banyak hari - hari dimana aku lebih bersyukur ketimbang mengeluh, berlapang dada ketimbang khawatir, dan tertawa lepas ketimbang menangis. Semoga kamu bisa memberikan dunia lebih banyak berita positif yang enggak lain berujung bahagia dan harapan baru bahwa hidup ini layak untuk terus diperjuangkan.

365 hari di 2022 bersama mereka <3

Salah satu hal yang saya sadari beberapa tahun belakangan ini bahkan sampai di hari ke 365 di penghujung tahun ini waktu hidup saya selain sama keluarga tentunya bersama mereka.
Perasaan sayang saya ke mereka cukup berbeda dari rasa sayang yang pernah saya rasakan sebelumnya ke teman saya sebelumnya.  Bagi saya, mereka semua tentu memiliki peran inspirasi yang sangat banyak terhadap diri saya. Mulai dari, travel partners, bussines partner, teman jajan, officemate.

Saya selalu berharap agar saya bisa melakukan kebaikan untuk orang orang terdekat saya seperti halnya mereka juga memperlakukan saya dengan baik juga, dan tentunya saya selalu berdo'a untuk orang orang terdekat saya supaya selalu menjalani hidup disertai keberkahan dan kebahagiaan. Walaupun sejauh ini saya belum bisa melakukan banyak hal untuk mereka, tapi hingga detik ini saya tau bahwa mereka adalah salah satu alasan utama untuk terus memperjuangkan kebaikan dalam hidup. 


Terima kasih 2022...


Love
Fifit Fitrotul, 24 Tahun



Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images